Tampilkan postingan dengan label contoh kata pengantar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label contoh kata pengantar. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Januari 2011

PEMBARUAN PENDIDIKAN ISLAM

LATAR BELAKANG`
Pendidikan Islam sesungguhnya telah tumbuh dan berkembang sejalan dengan adanya dakwah Islam yang telah dilakukan Nabi Muhammad saw. Berkaitan dengan itu pula pendidikan Islam memiliki corak dan karakteristik yang berbeda sejalan dengan upaya pembaharuan yang dilakukan secara terus menerus pasca generasi Nabi, sehingga dalam perjalanan selanjutnya pendidikan Islam terus mengalami perubahan –baik dari segi kurikulum (mata pelajaran) , maupun dari segi lembaga pendidikan Islam yang dimaksud. Ini artinya bahwa sesungguhnya adanya upaya perubahan –walaupun sedikit-- benar-benar telah nampak dan terjadi secara alamiah (nature) dalam pendidikan Islam. Hal ini terlihat ketika pada zaman nabi muhammad banyak melakuakan kegiatan keilmuan yang menjadi cikal bakal pendidikan sekaligus penyiarn agama islam dalam hal inilah, tercermin bahwa pada masa nabi telah tercipta suatu pembaharuan kehidupan khususnya dalam bidang keilmuan atau pendidikan, seiring dengan perkembangan zaman banyak disana peristiwa yang lain yang mempengaruhi pendidikan itu sendiri sehingga para ulama’ berusaha untuk mempperbaiki atau memperbaharui pendidikan ini menjadi lebih baik sampai saat ini, sebagai calon guru sudah seyogyanya kita untuk mengetahui bagaimankah proses ini terjadi?, makalah ini mencoba membahas masalah seputar pembahruan pendidikan agar kita tahu dan dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan kita.

PERBANDINGAN ANTAR ALIRAN SIFAT – SIFAT TUHAN MAKALAH

Latar belakang
Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa munculnya persoalan kalam dikalangan umat islam adalah perpecahan umat islam pasca Tafkhim atau perdamaian antara kholifah Ali Bin Abi Tholib dengan Muawiyah yang menentang atau menolaknya. Hasil perdamaian yang sangat mengecewakan pihak Ali dan para pendukungnya menyebabkan kelompok pendukung Ali menjadi terpecah belah, ada yang masih setia dan ada yang sudah keluar menentangnya. Kelompok setia dan mengakui Ali sebagai kholifah yang di kenal dengan kelompok Syi’ah. Sedangkan kelompok yang keluar atau tidak setia dikenal dengan kelompok Khawarij. Berasal dari kedua kelompok onolah seiring perkembangan waktu dan dinamika sosial politik masyarakat Islam maka muncullah berbagai macam kelompok aliran dalam membahas dan memahami persoalan – persoalan tentang kalam.
Persoalan – persoalan kalam yang muncul di antara para penganut atau perintis aliran – aliran ini antara lain di awali dengan persoalan siapa yang kafir dan siapa yang bukan kafir dalam arti siapa yang telah keluar dari islam dan siapa yang masih tetap dalam islam, persoalan tentang perbuatan Tuhan dan perbuatan manusia, persoalan para pelaku dosa besar, sifat – sifat Tuhan dan kehendak mutlak Tuhan serta keadilan Tuhan. Dalam hal ini fokus pembahasan kami meliputi tentang perbandingan antara aliran tentang sifat – sifat Tuhan menurut faham Mu’tazilah, Asy’ariyah, Mahridiyah, Syi’sh.

Selasa, 04 Januari 2011

PERKEMBANGAN PENDIDIKAN ISLAM SEBELUM MUNCULNYA MADRASAH

KATA PENGANTAR

Makalah ini kami susun dengan tujuan bahwa mahasiswa tarbiyah harus mampu atau mengetahui perjalanan perkembangan lembaga-lembaga pendidikan Islam sebelum munculnya madrasah.

Dan lebih khususnya makalah ini membahas antara lain : pengertian dan ruang lingkup pendidikan Islam, konsep dan landasan pendidikan Islam serta lembaga-lembaga pendidikan Islam sebelum munculnya madrasah pasca rosululloh.




Kediri, 10 Oktober 2010



Penulis

Kamis, 16 Desember 2010

PELATIHAN KETRAMPILAN SOSIAL UNTUK TERAPI KESULITAN BERGAUL

PELATIHAN KETRAMPILAN SOSIAL
UNTUK TERAPI KESULITAN BERGAUL
Neila Ramdhani
1. Pengantar
Secara garis besar kemampuan seseorang dalam berhubungan sosial dapat dikategorikan ke dalam dua kelompok, yaitu yang dapat dikategorikan sebagai individu-in-dividu yang trampil atau pandai bergaul dan sebaliknya yaitu individu-individu yang mengalami kesulitan bergaul. Individu yang pandai bergaul biasanya dapat mengatasi berbagai persoalan di dalam pergaulan. Mereka tidak mengalami kesulitan untuk membina hubungan dengan teman baru, berkomunikasi secara efektif dengan orang lain, terlibat dalam pembicaraan yang menyenangkan, dan dapat mengakhiri pembicaraan tanpa mengecewakan atau menyakiti orang lain. Dalam pertemuan formal, mereka dapat mengemukakan pendapat, memberi penghargaan atau dukungan terhadap pendapat orang lain, dan mereka dapat juga mengemukakan kritik tanpa menyakiti orang lain. Sebaliknya, orang yang sulit bergaul merasa kesulitan untuk memulai berbicara, terutama dengan orang-orang yang belum dikenal, mereka merasa canggung dan tidak dapat terlibat dalam pembicaraan yang menyenangkan. Dalam hubungan formal, mereka kurang atau bahkan tidak berani mengemukakan pendapat, pujian, keluhan dan sebagainya.
Tingkat kesulitan bergaul ini sangat bervariasi, mulai dari kesulitan bergaul situasional, di mana penderita mengalami kesulitan untuk bergaul di situasi-situasi tertentu saja, sampai ke tingkat kesulitan bergaul yang disebabkan oleh gangguan mental kronik. Oleh karena itu teknik yang digunakan dalam membantu penderita kesulitan bergaul ini juga berbeda-beda. Salah satu teknik yang semakin populer penggunaannya adalah pelatihan ketrampilan sosial.
Pelatihan ketrampilan sosial merupakan salah satu teknik modifikasi perilaku yang mulai banyak digunakan, terutama untuk membantu penderita kesulitan bergaul. Teknik ini dapat digunakan sebagai teknik tunggal maupun teknik pelengkap yang digunakan bersama-sama dengan teknik psikoterapi lainnya.
Ketrampilan sosial berasal dari kata trampil dan sosial. Kata ketrampilan berasal dari 'trampil' digunakan di sini karena di dalamnya terkandung suatu proses belajar, dari tidak trampil menjadi trampil. Kata sosial digunakan karena pelatihan ini bertujuan untuk mengajarkan satu kemampuan berinteraksi dengan orang lain. Dengan demikian pelatihan ketrampilan sosial maksudnya adalah pelatihan yang bertujuan untuk mengajarkan kemampuan berinteraksi dengan orang lain kepada individu-individu yang tidak trampil menjadi trampil berinteraksi dengan orang-orang di sekitarnya, baik dalam hubungan formal maupun informal.

Minggu, 28 November 2010

GURU PROFESIONAL SEBAGAI UJUNG TOMBAK IMPLEMENTASI KURIKULUM DI SEKOLAH

KATA PENGANTAR
Puji syukur hanya bagi Allah SWT, yang mana senantiasa telah memberikan rahmat kepada kita yaitu berupa nikmat iman dan Islam. Dan tak lupa shalawat dan salam semoga selalu terlimpah curahkan kepada Nabi besar Muhammad SAW dan bagi para keluarga, sahabat dan kita semua selaku umatnya.
Seiring dengan rampungnya makalah yang berjudul ”GURU PROFESIONAL SEBAGAI UJUNG TOMBAK IMPLEMENTASI KURIKULUM DI SEKOLAH” ini, penulis menghaturkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini, terutama kepada Bapak Manvan Drajat yang terhormat selaku dosen pembimbing mata kuliah Pengembangan Kurikulum.
Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini maka untuk itu kami mohon kritik dan saran kepada semua pembaca makalah ini.
Akhir kata semoga makalah ini bermanfaat bagi kita semua. Amin. . .
Purwakarta, Juni 2008
Penyusun

DAMPAK LIMBAH INDUSTRI PADA LINGKUNGAN HIDUP

KATA PENGANTAR


Segala puji bagi Allah SWT yang telah melimpahkan rahmad, nikmat, taufiq, hidayah, serta inayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Dampak Limbah Industri Pada Lingkungan Hidup ”.
Didalam penyusunan makalah ini kami mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami, terutama Ibu Mira Kusumasari, S.Pd. selaku guru dan pembimbing kami.
Namun sebagai penulis, kami menyadari bahwa masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini, maka dari itu kami menerima kritik dan saran yang bersifat membangun. Semoga di masa yang akan datang kami mampu menyusun makalah dengan jauh lebih baik lagi. Dan semoga makalah ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca. Amin…
Akhirnya, kami sampaikan terima kasih sekali lagi atas perhatian dan dukungan dari para pembaca. Wassalam.

Sidoarjo, Maret 2008


Penulis